Sunday, June 12, 2011

Tips Mendeteksi Masalah pada PC

Apakah anda pengguna komputer (PC) dan pernah mengalami kejadian berikut ini :
- Suatu ketika PC anda susah dinyalakan.
- Perlu berulang kali menekan tombol power untuk menyalakan PC
- Proses boot perlu berulang kali untuk masuk ke Windows.
- Setelah standby, PC restart dengan sendirinya dan harus dimati-nyalakan lagi.
Berikut ini adalah tips yang mungkin sudah banyak diketahui oleh para pengguna PC untuk mendeteksi apabila memiliki atau menemukan masalah seperti di atas.

1. Lakukan boot dengan live CD salah satu distro Linux, contohnya Knoppix, Small Damn Linux atau sebangsanya. Bila load telah berhasil dan PC dapat bekerja dengan normal, ada kemungkinan terjadi kelainan pada harddisk atau sistem operasi yang ada di dalam harddisk tersebut yang menghalangi proses booting diselesaikan dengan sempurna.
2. Periksa power supply PC anda. Periksa dan ukur tegangan DC yang menyuplai ke motherboard menggunakan alat ukur avometer. Misalnya tegangan +12 Vdan 5V hanya terukur (misal) 10,5V dan 4,2V. Maka segera ganti power supply PC anda dengan yang baru untuk menghindari kerusakan yang lebih parah pada keseluruhan sistem Komputer. Apabila anda memiliki PC lain (di dekat anda), anda dapat menggunakannya untuk meyakinkan power supply anda masih bekerja dengan normal atau tidak.
3. Periksa memory (RAM)nya. Bila anda menggunakan 2 atau lebih keping RAM yang berbeda jenis baik merk maupun chipsetnya, terkandang akan mengalami masalah kompatibilitas seperti ini setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu. Apalagi bila power supply dan pasokan daya listrik yang tidak stabil dikonsumsi oleh sistem. Untuk masalah ini coba bersihkan plat koneksi pada keping RAM tersebut beserta slot yang ada pada motherboard.
4. Bila langkah di atas tetap memberikan hasil yang tidak memuaskan atau masalah tetap berulang, maka kemungkinan besar motherboard PC anda sudah bermasalah.
Komputer (PC) yang sudah terkena vonis bermasalah pada motherboard memiliki kemungkinan sangat tipis untuk diselamatkan, tentu saja jalan satu-satunya mengganti motherboard yang bermasalah tersebut. Atau lebih jauh lagi anda mengganti PC anda dengan yang baru. Namun apakah anda mau mengalami hal yang sama dengan motherboard atau PC baru anda? Tentu tidak. Sebuah langkah proteksi yang harus kita lakukan selain mengoperasikan komputer sesuai dengan prosedur ON/OFF yang telah ditentukan adalah proteksi terhadap tegangan supply. Langkahnya adalah:
1. Gunakan Power supply yang memiliki daya yang cukup terhadap konsumsi daya yang dibutuhkan seluruh sistem.
2. Lindungi power supply dengan stavolt yang telah dilengkapi dengan AVR (Automatic Voltage Regulator) yang baik, sehingga pasokan tegangan AC ke power supply tetap terjaga stabil.
3. UPS (Uninterruptible Power Supply) yang telah dilengkapi dengan AVR, merupakan langkah proteksi tegangan yang paling maksimal yang bisa anda lakukan. Selain sebagai penstabil tegangan, juga dapat berfungsi sebagai back up tegangan.
Post a Comment